Cara Membuat Installer Windows 10 di Flashdisk dengan Mudah

Cara Membuat Installer Windows 10


 Pernahkah anda mengalami pada saat akan melakukan proses instalasi dengan Bootable Flashdisk khususnya pada bagian pemartisian terdapat keterangan “windows cannot be installed on this disk. The selected disk is of the GPT partition style”

Itu artinya Partition Table pada HardDisk sudah menggunakan konsep GPT atau GUID Partition Table sementara Bootable Flashdisk atau FlashDisk Installer anda masih menggunakan konsep installer untuk Partition Table yang berjenis MBR (Master Boot Record).

Umumnya untuk harddisk-harddisk baru yang dalam kondisi terformat/terpartisi dari produsennya seperti pada HardDisk laptop sudah menggunakan konsep GPT terutama laptop-laptop yang dianjurkan menggunakan Windows 8, 8.1 dan Windows 10, sehingga ketika kita akan melakukan instalasi windows awal tentunya diperlukan juga Flashdisk Installer yang support terhadap jenis partisi ini. Jenis partisi GPT dikenal dalam BIOS dengan sebutan UEFI sementara untuk yang masih menggunakan MBR adalah jenis Legacy.

Untuk mengatasi konsep GPT/UEFI ini maka kita tentunya juga harus membuat FlashDisk Installer yang dikenal oleh sistem Booting UEFI sehingga FlashDisk tersebut dapat melakukan proses instalasi windowsnya. Sebagai contohnya kita akan membuat flashdisk installer windows 10.

Untuk membuat flashdisk installer windows 10 dengan konsep UEFI sebetulnya bukanlah merupakan hal yang sulit, banyak aplikasi-aplikasi untuk membuat flashdisk installer yang sudah menyertakan fitur ini, namun pada artikel ini penulis tidak akan menggunakan bantuan aplikasi tersebut melainkan menggunakan fasilitas yang sudah ada pada windows yaitu melalui Command Prompt (CMD).

Bahan-Bahan yang diperlukan untuk membuat flashdisk installer Windows 10:

  • Flashdisk direkomendasikan menggunakan 8GB
  • File Master Windows, dapat berupa file ISO Image Windows maupun CD Installer Windows
  • Software Mounting ISO Image (apabila File master windowsnya berupa ISO Image)
  • PC/Laptop yang menggunakan sistem operasi windows
  • Setelah semua bahan-bahan tersebut lengkap, berlanjut pada prosesnya:
  • Buka Command Prompt dengan menggunakan hak akses administrator (Run as Administrator)
  • Setelah jendela CMD terbuka, ketikan “DISKPART” lalu Enter

Anda akan masuk pada posisi DISKPART, lalu ketikan “LIST DISK” untuk menampilkan HardDisk atau Flashdisk yang terhubung pada PC anda, pada contoh saya menggunakan HardDisk 320 GB (terbaca 298GB sebagai Disk 0) dan FlashDisk dengan kapasitas 16GB (terbaca 14GB sebagai Disk 1)

Pada tampilan LIST DISK terlihat bahwa FlashDisk yang akan kita jadikan sebagai FlashDisk Installer Windows 10 dikenal sebagai DISK 1, FlashDisk tersebut lalu kita pilih dengan mengetikan “SELECT DISK 1” dan tekan tombol Enter sehingga DISK 1 tersebut berubah menjadi kondisi terpilih

Lanjutkan dengan melakukan pembersihan pada FlashDisk yang akan kita pakai, proses pembersihan ini agar semua partisi yang telah ada pada FlashDisk tersebut hilang dengan cara mengetik “CLEAN” dan tunggu sampai dengan selesai, apabila terjadi error pada saat melakukan CLEAN dapat anda ulang kembali proses tersebut dengan mengetikan kembali perintah “CLEAN”

Setelah prosesnya sukses kita lanjutkan dengan membuat partisi primer dengan perintah “CREATE PARTITION PRIMARY” lalu tekan tombol Enter

Partisi tersebut akan kita buat menjadi partisi yang aktif, caranya kita pilih terlebih dahulu partisi tersebut dengan perintah “SELECT PARTITION 1” sampai ada keterangan bahwa partisi tersebut terpilih. Lalu partisi yang terpilih tersebut kita ubah menjadi aktif dengan perintah “ACTIVE” juga sampai ada keterangan bahwa partisi tersebut telah aktif

Langkah berikutnya kita format menggunakan system file FAT32 dengan perintah “FORMAT FS=FAT32 QUICK” lalu enter dan tunggu sampai proses format tersebut selesai. Terlihat pada perintah tersebut ada akhiran QUICK, sebenarnya pada saat melakukan proses format suatu disk baik itu flashdisk maupun harddisk dianjurkan untuk menghindari metode QUICK karena akan berakibat pada kulitas read/write dan umur si disk tersebut, namun ini agar cepat saja jadi untuk sekali ini kita akan gunakan metode quick (Format tanpa metode Quick pada FlashDisk berukuran 16GB yang penulis pakai memakan waktu kurang lebih 30menit, sementara dengan metode Quick hanya sekitar 5 detik)

Setelah format selesai, berikutnya kita tinggal memberikan drive letter atau mount point pada FlashDisk agar dikenal di windows explorer dengan memberikan perintah “ASSIGN”

FlashDisk telah siap dijadikan sebagai Bootable Disk, berikutnya anda tinggal copy seluruh isi file dari CD Installer Windows 10 atau apabila file masternya dari file ISO Image anda tinggal memounting ISO tersebut lalu setelah dimounting isi file tersebut dicopy ke flashdisk (proses copy seperti copy file biasa saja) dan untuk CMD nya bisa ditutup saja langsung

Kelebihan Membuat FlashDisk Installer Windows 10 dengan metode CMD diatas adalah FlashDisk tersebut masih bisa dipakai sebagai FlashDisk biasa (bisa digunakan untuk menyimpan data-data lain) tanpa menggangu fungsi bootablenya, FlashDisk ini juga dapat difungsikan sebagai windows installer pada partisi table MBR.

dan kelebihan yang terakhir adalah FlashDisk installer ini bisa diubah menjadi Installer Windows versi lainnya seperti Win 7, Win 8 maupun Win 8.1 dengan cara menghapus isi data pada FlashDisk lalu diisi dengan file master dari Windows 7, 8 atau 8.1 tanpa perlu mengulang tahap-tahap diatas dengan catatan FlashDisknya jangan pernah diformat (apabila diformat anda harus mengulang tahap-tahap diatas)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url